{"id":22524,"date":"2026-10-18T09:00:55","date_gmt":"2026-10-18T01:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/?p=22524"},"modified":"2026-10-18T13:02:18","modified_gmt":"2026-10-18T05:02:18","slug":"kisah-sukses-martha-tilaar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/","title":{"rendered":"Kisah Sukses Martha Tilaar"},"content":{"rendered":"<h1>Martha Tilaar: Membangun Imperium Kecantikan Indonesia<\/h1>\n<p><em>Dari sebuah salon kecil di Jakarta hingga menjadi salah satu nama besar industri kosmetik Indonesia. Inilah perjalanan Martha Tilaar dalam mengubah warisan kecantikan tradisional menjadi bisnis modern yang bertahan lebih dari lima dekade.<\/em><\/p>\n<h2>1. Pendahuluan: Dari Salon Kecil Menjadi Imperium Kecantikan<\/h2>\n<p>Pada tahun 1970, seorang perempuan Indonesia memulai usaha kecantikan dari sebuah garasi kecil di Jakarta. Ia belum memiliki pabrik kosmetik, jaringan distribusi nasional, ataupun merek yang dikenal luas.<\/p>\n<p>Namanya adalah <strong>Martha Tilaar<\/strong>.<\/p>\n<p>Saat itu, industri kecantikan Indonesia banyak dipengaruhi oleh produk kosmetik internasional. Standar kecantikan Barat mendominasi pasar, sementara kekayaan bahan alami dan tradisi perawatan kecantikan Nusantara belum banyak dimanfaatkan sebagai peluang bisnis modern.<\/p>\n<p>Namun, Martha melihat sesuatu yang berbeda.<\/p>\n<p>Ia percaya bahwa tanaman herbal, pengetahuan tradisional, dan kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kecantikan yang mampu bersaing dengan merek internasional.<\/p>\n<p>Keyakinan tersebut kemudian menjadi dasar lahirnya <a href=\"https:\/\/www.marthatilaargroup.com\/en\/\"><strong>Martha Tilaar Group<\/strong><\/a>, kelompok usaha kecantikan yang dikenal melalui berbagai merek seperti Sariayu Martha Tilaar, Biokos, dan PAC.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> bukan sekadar cerita tentang keberhasilan menjual kosmetik. Perjalanannya menunjukkan bagaimana seorang pengusaha mampu mengubah warisan budaya menjadi keunggulan kompetitif melalui inovasi, strategi pemasaran, dan pengembangan bisnis.<\/p>\n<p>Kisah ini juga membuktikan bahwa perusahaan besar tidak selalu berawal dari modal besar. Terkadang, keberhasilan dimulai dari kemampuan melihat peluang yang belum disadari orang lain.<\/p>\n<h2>2. Kehidupan Awal: Perempuan di Balik Merek Martha Tilaar<\/h2>\n<p>Martha Tilaar lahir pada <strong>4 September 1937 di Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia<\/strong>.<\/p>\n<p>Sejak kecil, ia mengenal berbagai tradisi masyarakat Indonesia yang memanfaatkan tanaman herbal dan bahan alami untuk menjaga kesehatan serta kecantikan.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut kelak menjadi bagian penting dari filosofi bisnis yang dikembangkannya.<\/p>\n<p>Namun, perjalanan Martha menuju industri kecantikan tidak berlangsung secara langsung.<\/p>\n<p>Ia awalnya menempuh pendidikan dan pernah bekerja sebagai guru. Ketertarikannya terhadap dunia kecantikan kemudian membawanya ke Amerika Serikat untuk mempelajari kosmetologi dan teknik perawatan kecantikan profesional.<\/p>\n<p>Selama belajar di sana, Martha memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan salon, metode perawatan modern, dan standar pelayanan industri kecantikan.<\/p>\n<h3>Menggabungkan Pengetahuan Barat dengan Warisan Timur<\/h3>\n<p>Berbeda dari pengusaha yang hanya meniru pendekatan internasional, Martha melihat peluang untuk menggabungkan ilmu kosmetologi modern dengan kekayaan tradisi Indonesia.<\/p>\n<p>Ia menyadari bahwa bahan alami dan praktik kecantikan Nusantara dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki identitas tersendiri.<\/p>\n<p>Pendekatan ini menjadi dasar strategi diferensiasi yang kemudian diterapkan melalui Sariayu dan berbagai merek lainnya.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> memberikan pelajaran bahwa pengetahuan dan pengalaman baru akan menjadi kekuatan bisnis apabila dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi pelanggan.<\/p>\n<h2>3. Awal Perjalanan Bisnis: Sebuah Salon di Garasi Rumah<\/h2>\n<p>Pada tahun 1970, Martha membuka salon kecantikan pertamanya di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta.<\/p>\n<p>Tempat usaha tersebut hanya berukuran sekitar <strong>empat meter kali enam meter<\/strong>.<\/p>\n<p>Meskipun sederhana, salon ini memberikan keuntungan penting bagi Martha: kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.<\/p>\n<p>Melalui pelayanan sehari-hari, ia mempelajari berbagai kebutuhan kecantikan, masalah kulit, kebiasaan perawatan, dan harapan para pelanggannya.<\/p>\n<p>Martha mulai memadukan teknik kecantikan modern dengan penggunaan bahan herbal tradisional.<\/p>\n<p>Pada tahun 1972, ia membuka salon keduanya yang dikenal sebagai Martha Griya Salon.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan kecantikan berbasis budaya dan bahan alami memiliki potensi komersial yang menjanjikan.<\/p>\n<h3>Dari Bisnis Jasa Menuju Bisnis Produk<\/h3>\n<p>Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, Martha menemukan peluang baru.<\/p>\n<p>Pelanggan tidak hanya membutuhkan layanan perawatan ketika mengunjungi salon. Mereka juga menginginkan produk kecantikan yang dapat digunakan sendiri di rumah.<\/p>\n<p>Kebutuhan tersebut membuka jalan bagi pengembangan produk kosmetik.<\/p>\n<p>Perubahan ini menjadi keputusan strategis yang penting.<\/p>\n<p>Sebuah salon hanya mampu melayani pelanggan dalam jumlah terbatas setiap hari. Sebaliknya, produk kosmetik dapat diproduksi dalam skala besar dan dijual melalui berbagai saluran distribusi.<\/p>\n<p>Dengan mengembangkan bisnis dari jasa menjadi produk, Martha menciptakan peluang pertumbuhan yang jauh lebih luas.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> menunjukkan bahwa pemahaman mendalam terhadap pelanggan dapat menjadi sumber inovasi sekaligus dasar pengembangan model bisnis yang lebih mudah diperluas.<\/p>\n<h2>4. Membangun Martha Tilaar Group: Menjadikan Budaya sebagai Keunggulan Kompetitif<\/h2>\n<p>Tahun 1977 menjadi salah satu tonggak terpenting dalam perjalanan bisnis Martha Tilaar.<\/p>\n<p>Bersama mitra usahanya, Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady, ia mendirikan <strong>PT Martina Berto<\/strong>.<\/p>\n<p>Pada tahun yang sama, merek Sariayu mulai diperkenalkan sebagai produk kecantikan dan jamu modern yang terinspirasi oleh kekayaan alam serta tradisi Indonesia.<\/p>\n<p>Berbeda dari banyak merek yang mengandalkan citra kecantikan internasional, Sariayu menawarkan identitas lokal yang kuat.<\/p>\n<p>Produk-produknya dikembangkan dengan inspirasi dari tanaman herbal, perawatan tradisional, dan keanekaragaman budaya Nusantara.<\/p>\n<h3>Mengembangkan Portofolio Merek Kecantikan<\/h3>\n<p>Seiring pertumbuhan perusahaan, Martha Tilaar Group mengembangkan berbagai merek untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>Sariayu Martha Tilaar<\/strong><\/p>\n<p>Merek kosmetik dan perawatan kulit yang menonjolkan bahan alami serta kekayaan budaya Indonesia. Sariayu menjadi salah satu identitas utama perusahaan dalam industri kecantikan nasional.<\/p>\n<p><strong>Biokos<\/strong><\/p>\n<p>Merek perawatan kulit yang menawarkan produk untuk berbagai kebutuhan perawatan wajah dan kecantikan.<\/p>\n<p><strong>PAC (Professional Artist Cosmetics)<\/strong><\/p>\n<p>Merek kosmetik profesional yang ditujukan bagi penata rias, pelaku industri kecantikan, dan konsumen yang membutuhkan produk tata rias dengan performa tinggi.<\/p>\n<h3>Dari Merek Lokal Menjadi Industri Manufaktur<\/h3>\n<p>Pada tahun 1981, PT Martina Berto membangun pabrik pertamanya di kawasan industri Pulogadung, Jakarta.<\/p>\n<p>Investasi ini memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan proses manufaktur, dan memperluas jangkauan distribusi.<\/p>\n<p>Pada tahun 1983, perusahaan melanjutkan ekspansi dengan fasilitas produksi kedua serta pengembangan organisasi distribusi melalui PT Sari Ayu Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> membuktikan bahwa identitas merek yang kuat harus didukung kemampuan operasional.<\/p>\n<p>Produk yang unik dapat menarik perhatian konsumen, tetapi manufaktur, pengendalian mutu, dan distribusi menentukan apakah sebuah bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.<\/p>\n<h2>5. Tantangan Bisnis: Persaingan dalam Industri Kecantikan yang Terus Berubah<\/h2>\n<p>Membangun merek terkenal bukanlah pekerjaan mudah. Mempertahankan relevansinya selama puluhan tahun merupakan tantangan yang jauh lebih besar.<\/p>\n<p>Ketika industri kecantikan Indonesia berkembang, Martha Tilaar Group mulai menghadapi persaingan dari perusahaan kosmetik multinasional, merek lokal baru, dan bisnis kecantikan yang mengutamakan pemasaran digital.<\/p>\n<p>Perilaku konsumen juga mengalami perubahan besar.<\/p>\n<p>Generasi muda semakin mengandalkan media sosial, ulasan pelanggan, influencer kecantikan, dan platform e-commerce sebelum membeli produk.<\/p>\n<p>Nama besar yang sudah dikenal selama puluhan tahun tidak lagi cukup untuk menjamin loyalitas pelanggan.<\/p>\n<h3>Kinerja Keuangan Terbaru: Tahun 2025<\/h3>\n<p>Kinerja keuangan PT Martina Berto Tbk memperlihatkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam lingkungan persaingan tersebut.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Indikator Keuangan<\/th>\n<th>Rupiah Indonesia<\/th>\n<th>Perkiraan Ringgit Malaysia<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Penjualan tahunan<\/td>\n<td>Rp401,5 miliar<\/td>\n<td>RM91,68 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Laba kotor<\/td>\n<td>Rp158,9 miliar<\/td>\n<td>RM36,28 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Rugi bersih<\/td>\n<td>Rp27,8 miliar<\/td>\n<td>RM6,35 juta<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Margin laba kotor<\/td>\n<td>39,58%<\/td>\n<td>39,58%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Perubahan penjualan tahunan<\/td>\n<td>\u22126,97%<\/td>\n<td>\u22126,97%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><em>Catatan: Angka tersebut merupakan kinerja PT Martina Berto Tbk untuk tahun buku 2025, bukan pendapatan konsolidasi seluruh Martha Tilaar Group. Konversi menggunakan kurs referensi 14 Oktober 2026, yaitu Rp1 juta \u2248 RM228,34.<\/em><\/p>\n<p>Pendapatan perusahaan turun dari sekitar Rp431,6 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp401,5 miliar pada tahun 2025.<\/p>\n<p>Kerugian bersih juga meningkat dibandingkan periode sebelumnya.<\/p>\n<p>Kondisi ini menunjukkan bahwa reputasi merek saja tidak cukup untuk menjamin kinerja keuangan yang sehat.<\/p>\n<p>Perusahaan harus terus menyesuaikan strategi harga, efisiensi operasional, inovasi produk, dan efektivitas saluran pemasaran.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> bukanlah perjalanan bisnis yang selalu mengalami pertumbuhan tanpa hambatan. Sebaliknya, kisah ini menggambarkan pentingnya ketahanan dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan pasar.<\/p>\n<h2>6. Strategi Bisnis: Bagaimana Martha Tilaar Membangun Merek yang Bertahan Lama<\/h2>\n<p>Keberhasilan Martha Tilaar didukung oleh beberapa strategi bisnis yang saling melengkapi.<\/p>\n<h3>6.1 Diferensiasi Melalui Identitas Budaya<\/h3>\n<p>Martha tidak sekadar meniru konsep produk kecantikan internasional.<\/p>\n<p>Ia menjadikan tradisi kecantikan Indonesia sebagai dasar identitas mereknya.<\/p>\n<p>Koleksi Sariayu, misalnya, sering mengambil inspirasi dari budaya, warna, serta keindahan alam berbagai daerah Indonesia.<\/p>\n<p>Pendekatan ini membantu perusahaan menciptakan hubungan emosional dengan konsumen melalui identitas lokal.<\/p>\n<p><strong>Pelajaran bisnis:<\/strong> Budaya dan warisan lokal dapat menjadi keunggulan kompetitif apabila diterjemahkan menjadi produk yang relevan dan memiliki nilai berbeda.<\/p>\n<h3>6.2 Penelitian dan Inovasi Produk<\/h3>\n<p>Penggunaan bahan herbal tradisional perlu dikombinasikan dengan penelitian ilmiah, pengembangan formula, dan pengendalian kualitas modern.<\/p>\n<p>Investasi dalam fasilitas produksi membantu perusahaan meningkatkan konsistensi mutu serta kemampuan manufaktur.<\/p>\n<p>Pada tahun 1996, PT Martina Berto memperoleh sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001, sebuah pencapaian penting dalam perkembangan industrinya.<\/p>\n<p><strong>Pelajaran bisnis:<\/strong> Inovasi harus didukung proses operasional yang konsisten untuk membangun kepercayaan pelanggan.<\/p>\n<h3>6.3 Strategi Portofolio Merek<\/h3>\n<p>Martha Tilaar Group mengembangkan berbagai merek untuk melayani segmen konsumen yang berbeda.<\/p>\n<p>Sariayu menonjolkan kecantikan berbasis warisan lokal, Biokos berfokus pada perawatan kulit, sementara PAC menyasar kebutuhan kosmetik profesional.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memperluas pasar tanpa sepenuhnya bergantung pada satu kategori produk.<\/p>\n<p><strong>Pelajaran bisnis:<\/strong> Portofolio merek yang tepat dapat membantu perusahaan melayani berbagai kebutuhan pelanggan dengan proposisi nilai yang lebih spesifik.<\/p>\n<h3>6.4 Produksi dan Distribusi<\/h3>\n<p>Perubahan dari salon menjadi perusahaan kosmetik membutuhkan investasi dalam produksi, logistik, dan jaringan distribusi.<\/p>\n<p>Pembentukan PT Sari Ayu Indonesia pada tahun 1983 membantu memperkuat distribusi produk PT Martina Berto.<\/p>\n<p>Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan produk kepada konsumen.<\/p>\n<p><strong>Pelajaran bisnis:<\/strong> Produk berkualitas membutuhkan sistem distribusi yang efektif untuk menghasilkan pertumbuhan pada skala besar.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, <strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> memperlihatkan bagaimana diferensiasi merek, inovasi, kemampuan produksi, dan distribusi dapat membangun keunggulan bisnis yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<h2>7. Perkembangan Terbaru: Membawa Warisan Kecantikan kepada Generasi Baru<\/h2>\n<p>Lebih dari lima dekade setelah usaha pertamanya berdiri, Martha Tilaar Group terus berupaya mengikuti perubahan industri kecantikan Indonesia.<\/p>\n<p>Pada 12 Juni 2026, perusahaan meresmikan kantor bersama bagi dua unit bisnisnya, yaitu PT Kreasi Multicahaya Estetika dan PT Kreasi Kebanggaan Bangsa.<\/p>\n<p>Kedua perusahaan tersebut masing-masing menaungi Raine Beauty dan Smith.<\/p>\n<p>Perkembangan ini mencerminkan keterlibatan grup dalam pengembangan merek kecantikan baru di samping mempertahankan portofolio yang sudah lama dikenal.<\/p>\n<h3>Target Pertumbuhan Bisnis Tahun 2026<\/h3>\n<p>Dalam pengumuman pada 25 Juni 2026, PT Martina Berto Tbk menyampaikan target peningkatan penjualan sebesar 24,98% dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan pendapatan 2025, target tersebut setara dengan sekitar:<\/p>\n<p><strong>Rp501,8 miliar atau sekitar RM114,59 juta.<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mencapai target tersebut, perusahaan berfokus pada transformasi penjualan digital, inovasi produk berbasis bahan alami dan halal, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi rantai pasok.<\/p>\n<p>Angka tersebut merupakan target bisnis, bukan pendapatan aktual yang telah direalisasikan.<\/p>\n<h3>Perkembangan Juli hingga September 2026<\/h3>\n<p>Pada Juli 2026, empat merek utama Martha Tilaar Group, yaitu Sariayu, Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Biokos, dan Dewi Sri Spa, berpartisipasi dalam Jakarta X Beauty 2026.<\/p>\n<p>Dalam periode yang sama, Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar bekerja sama dengan Universitas Kristen Krida Wacana untuk membantu petani meningkatkan pemahaman mengenai pemasaran digital.<\/p>\n<p>Pada September 2026, grup juga memperkenalkan buku <em>Elevating Glow Economy<\/em> sebagai bagian dari upaya berbagi wawasan mengenai perkembangan ekonomi kecantikan.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> kini memasuki fase baru yang menuntut keseimbangan antara kekuatan warisan budaya, inovasi produk, dan kebutuhan konsumen digital.<\/p>\n<h2>8. Pelajaran Kewirausahaan: Apa yang Dapat Dipelajari oleh Pemilik Bisnis?<\/h2>\n<p>Perjalanan Martha Tilaar menawarkan sejumlah pelajaran praktis bagi pengusaha kecil maupun perusahaan yang sedang berkembang.<\/p>\n<h3>8.1 Mulailah dengan Sumber Daya yang Dimiliki<\/h3>\n<p>Martha tidak menunggu hingga memiliki pabrik kosmetik sebelum memulai bisnis.<\/p>\n<p>Ia memanfaatkan garasi rumah untuk menawarkan layanan kecantikan dan membangun hubungan dengan pelanggan.<\/p>\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Pengusaha produk skincare dapat memulai melalui konsultasi perawatan atau penjualan dalam skala kecil sebelum mengembangkan merek sendiri.<\/p>\n<h3>8.2 Jadikan Pengetahuan Lokal sebagai Keunggulan<\/h3>\n<p>Tanaman herbal dan tradisi kecantikan Indonesia menjadi elemen penting dalam diferensiasi produk Martha Tilaar.<\/p>\n<p>Bisnis lain dapat menerapkan pendekatan serupa melalui kuliner tradisional, bahan lokal, kerajinan, atau pengetahuan khas daerah.<\/p>\n<h3>8.3 Pahami Pelanggan Sebelum Mengembangkan Produk<\/h3>\n<p>Interaksi langsung dengan pelanggan salon membantu Martha memahami kebutuhan pasar.<\/p>\n<p>Informasi tersebut kemudian membuka peluang pengembangan kosmetik dan produk perawatan pribadi.<\/p>\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Pemilik salon rambut dapat menggunakan masukan pelanggan untuk mengembangkan sampo atau produk perawatan rambut sesuai kebutuhan yang paling sering ditemukan.<\/p>\n<h3>8.4 Bangun Model Bisnis yang Dapat Diperluas<\/h3>\n<p>Peralihan dari layanan salon menjadi manufaktur kosmetik membuka peluang menjangkau pasar yang lebih besar.<\/p>\n<p>Pengusaha perlu memikirkan cara memperluas bisnis tanpa meningkatkan biaya secara tidak terkendali.<\/p>\n<h3>8.5 Pertahankan Identitas Sambil Terus Berinovasi<\/h3>\n<p>Identitas tradisional tidak harus menjadi penghalang terhadap inovasi.<\/p>\n<p>Sebuah merek dapat mempertahankan nilai aslinya sambil memperbarui formulasi, kemasan, saluran distribusi, dan strategi komunikasi.<\/p>\n<h3>8.6 Jangan Bergantung pada Keberhasilan Masa Lalu<\/h3>\n<p>Merek terkenal tetap berisiko kehilangan pelanggan ketika preferensi konsumen berubah.<\/p>\n<p>Pemilik bisnis harus terus mengevaluasi kinerja keuangan, posisi pasar, dan efektivitas operasional perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> membuktikan bahwa kewirausahaan bukan hanya tentang meluncurkan produk yang berhasil. Tantangan sesungguhnya adalah membangun organisasi yang mampu memberikan nilai kepada pelanggan dari satu generasi ke generasi berikutnya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan: Kecantikan Lokal sebagai Fondasi Imperium Bisnis<\/h2>\n<p>Martha Tilaar memulai perjalanan kewirausahaannya dengan sebuah salon kecil dan keyakinan bahwa tradisi kecantikan Indonesia memiliki nilai komersial yang besar.<\/p>\n<p>Dari awal yang sederhana, ia membangun fondasi kelompok usaha yang kemudian melahirkan sejumlah merek kosmetik terkenal.<\/p>\n<p>Pencapaiannya bukan sekadar menghasilkan produk kecantikan, melainkan juga menunjukkan bahwa budaya, pengetahuan tradisional, dan sumber daya lokal dapat menjadi dasar pengembangan bisnis modern.<\/p>\n<p>Meskipun perusahaan yang dibangunnya kini menghadapi tantangan persaingan dan perubahan pasar, perjalanan tersebut tetap memberikan inspirasi bagi generasi pengusaha berikutnya.<\/p>\n<p><strong>Kisah Sukses Martha Tilaar<\/strong> mengajarkan bahwa peluang bisnis bernilai tinggi terkadang tersembunyi dalam pengetahuan dan sumber daya yang sudah lama berada di sekitar kita.<\/p>\n<p>Hal yang membedakan pengusaha sukses adalah kemampuan mengenali peluang tersebut, mengubahnya menjadi produk yang relevan, dan membangun organisasi yang mampu berkembang.<\/p>\n<p>Bagi Martha Tilaar, peluang itu berawal dari kecantikan tradisional Indonesia.<\/p>\n<h2>Pembaruan Oktober 2026: Mengenang Martha Tilaar dan Warisan Kewirausahaannya<\/h2>\n<p>Pada <strong>14 Oktober 2026<\/strong>, industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarahnya. <strong>Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus sosok di balik merek kosmetik legendaris Sariayu, meninggal dunia pada usia 89 tahun<\/strong> di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.<\/p>\n<p>Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan hidup seorang pengusaha yang selama lebih dari lima dekade memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan industri kecantikan nasional.<\/p>\n<p>Berawal dari sebuah salon sederhana di garasi rumah orang tuanya pada tahun 1970, Martha berhasil membangun kelompok usaha yang berkembang ke berbagai bidang, termasuk manufaktur kosmetik, perawatan kulit, layanan spa, distribusi, dan pendidikan kecantikan profesional.<\/p>\n<p>Namun, kontribusi terbesarnya tidak hanya terletak pada keberhasilan membangun perusahaan.<\/p>\n<p>Martha turut mengubah cara masyarakat memandang kecantikan Indonesia dengan membuktikan bahwa tanaman herbal, kekayaan budaya, dan kearifan lokal Nusantara dapat menjadi fondasi produk kecantikan yang mampu bersaing secara komersial.<\/p>\n<p>Sepanjang hidupnya, ia juga dikenal sebagai pendukung pemberdayaan perempuan, kewirausahaan, dan pelestarian tradisi Indonesia.<\/p>\n<p>Dedikasinya memperoleh pengakuan internasional, termasuk <strong>penghargaan SDG Pioneer dari United Nations Global Compact pada tahun 2018<\/strong>.<\/p>\n<p>Menurut keluarganya, Martha selalu menekankan pentingnya mencintai Indonesia dan membangun bisnis yang memberikan dampak sosial nyata, bukan hanya mengejar keuntungan komersial.<\/p>\n<p>Jenazah Martha Tilaar dimakamkan pada 16 Oktober 2026 di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Meskipun telah berpulang, nilai-nilai kewirausahaan yang diperjuangkannya tetap relevan bagi generasi pengusaha Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Warisan Martha Tilaar mengingatkan kita bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari peluang yang diciptakan, budaya yang dilestarikan, dan generasi yang terinspirasi oleh perjalanan tersebut.<\/strong><\/p>\n<div>\n<hr \/>\n<\/div>\n<h3>Tentang Business Titans Who Inspire<\/h3>\n<p><em>Business Titans Who Inspire<\/em> merupakan seri editorial khusus dari <strong>Gerbang Bisnes<\/strong> yang mengangkat perjalanan hidup, strategi bisnis, tantangan, dan pencapaian para pengusaha yang telah membentuk industri serta menginspirasi generasi pemimpin bisnis.<\/p>\n<p>Seri ini bertujuan membantu pembaca memahami bagaimana perusahaan dibangun, dikembangkan, dan dipertahankan melalui inovasi, kepemimpinan, serta keputusan strategis.<\/p>\n<h3>Disclaimer Editorial<\/h3>\n<p>Artikel ini diterbitkan secara independen untuk tujuan pendidikan, berbagi pengetahuan, dan analisis bisnis. Gerbang Bisnes tidak memiliki hubungan afiliasi resmi, sponsor, atau dukungan dari Martha Tilaar maupun Martha Tilaar Group.<\/p>\n<p>Seluruh nama perusahaan, merek, logo, dan hak merek dagang merupakan milik pemegang hak masing-masing.<\/p>\n<p>Informasi keuangan didasarkan pada sumber publik yang tersedia. Nilai dalam Ringgit Malaysia merupakan perkiraan konversi mata uang dan tidak mencerminkan kurs aktual pada tanggal transaksi atau periode pelaporan.<\/p>\n<p>Artikel ini bukan merupakan nasihat investasi maupun rekomendasi keuangan profesional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22520,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"limit_modified_date":"","last_modified_date":"","footnotes":""},"categories":[319],"tags":[],"class_list":["post-22524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-titans-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kisah Sukses Martha Tilaar &#187; Gerbang Bisnes<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Sukses Martha Tilaar &#187; Gerbang Bisnes\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gerbang Bisnes\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/gerbangbizlearn\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-18T01:00:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-18T05:02:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/martha-tilaar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"941\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nazri Ahmad\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nazri Ahmad\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nazri Ahmad\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/efb9873a96f3c4d06342f4bcaa9d6136\"},\"headline\":\"Kisah Sukses Martha Tilaar\",\"datePublished\":\"2026-10-18T01:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-18T05:02:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/\"},\"wordCount\":2446,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/martha-tilaar.jpg\",\"articleSection\":[\"Business Titans\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/\",\"name\":\"Kisah Sukses Martha Tilaar &#187; Gerbang Bisnes\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/martha-tilaar.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-18T01:00:55+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-18T05:02:18+00:00\",\"description\":\"Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/martha-tilaar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/martha-tilaar.jpg\",\"width\":1672,\"height\":941},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/kisah-sukses-martha-tilaar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Sukses Martha Tilaar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Gerbang Bisnes\",\"description\":\"Learn . Unlearn . Relearn\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Gerbang Bisnes\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/06\\\/logo.png\",\"width\":409,\"height\":55,\"caption\":\"Gerbang Bisnes\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/gerbangbizlearn\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/efb9873a96f3c4d06342f4bcaa9d6136\",\"name\":\"Nazri Ahmad\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e7dcaf8115d63c674a83ff80c2811696305d2bae6010dc2917ef81bba819fd3?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e7dcaf8115d63c674a83ff80c2811696305d2bae6010dc2917ef81bba819fd3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e7dcaf8115d63c674a83ff80c2811696305d2bae6010dc2917ef81bba819fd3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nazri Ahmad\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/gerbangbisnes.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Sukses Martha Tilaar &#187; Gerbang Bisnes","description":"Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kisah Sukses Martha Tilaar &#187; Gerbang Bisnes","og_description":"Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.","og_url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/","og_site_name":"Gerbang Bisnes","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/gerbangbizlearn\/","article_published_time":"2026-10-18T01:00:55+00:00","article_modified_time":"2026-10-18T05:02:18+00:00","og_image":[{"width":1672,"height":941,"url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/martha-tilaar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nazri Ahmad","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nazri Ahmad","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/"},"author":{"name":"Nazri Ahmad","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#\/schema\/person\/efb9873a96f3c4d06342f4bcaa9d6136"},"headline":"Kisah Sukses Martha Tilaar","datePublished":"2026-10-18T01:00:55+00:00","dateModified":"2026-10-18T05:02:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/"},"wordCount":2446,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/martha-tilaar.jpg","articleSection":["Business Titans"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/","url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/","name":"Kisah Sukses Martha Tilaar &#187; Gerbang Bisnes","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/martha-tilaar.jpg","datePublished":"2026-10-18T01:00:55+00:00","dateModified":"2026-10-18T05:02:18+00:00","description":"Temukan Kisah Sukses Martha Tilaar, dari salon kecil di Jakarta hingga membangun imperium kosmetik Indonesia melalui inovasi, budaya, dan strategi bisnis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#primaryimage","url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/martha-tilaar.jpg","contentUrl":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/martha-tilaar.jpg","width":1672,"height":941},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/kisah-sukses-martha-tilaar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Sukses Martha Tilaar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#website","url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/","name":"Gerbang Bisnes","description":"Learn . Unlearn . Relearn","publisher":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#organization","name":"Gerbang Bisnes","url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo.png","contentUrl":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo.png","width":409,"height":55,"caption":"Gerbang Bisnes"},"image":{"@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/gerbangbizlearn\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/#\/schema\/person\/efb9873a96f3c4d06342f4bcaa9d6136","name":"Nazri Ahmad","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e7dcaf8115d63c674a83ff80c2811696305d2bae6010dc2917ef81bba819fd3?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e7dcaf8115d63c674a83ff80c2811696305d2bae6010dc2917ef81bba819fd3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e7dcaf8115d63c674a83ff80c2811696305d2bae6010dc2917ef81bba819fd3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nazri Ahmad"},"sameAs":["https:\/\/gerbangbisnes.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22524"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22813,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22524\/revisions\/22813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gerbangbisnes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}