Kisah Sukses Ramly Mokni
Temukan kisah sukses Ramly Mokni dan bagaimana ia mengembangkan usaha burger halal berskala kecil menjadi salah satu merek makanan paling ikonik di Malaysia.
Model Bisnis Rembayung
Pelajari Model Bisnis Rembayung mencakup sembilan blok BMC, Value Proposition Canvas, perbandingan De.Wan 1958 dan Restoran Rebung, keunggulan, risiko, serta rekomendasi strategis.
Model Bisnis Kinokuniya
Pelajari Model Bisnis Kinokuniya mencakup sembilan blok BMC, Value Proposition Canvas, perbandingan Barnes & Noble dan Waterstones, keunggulan kompetitif, risiko, serta rekomendasi strategis.
Business Titans

Nadiem Makarim – Kisah Sukses Gojek

Kisah Sukses Gojek dan Nadiem Makarim, dari 20 pengemudi ojek hingga menjadi raksasa digital yang mengubah transportasi dan bisnis Indonesia.

Nadiem Makarim: Kisah Sukses Gojek yang Mengubah Ekonomi Digital Indonesia

Berawal dari hanya 20 pengemudi ojek di Jakarta hingga berkembang menjadi ekosistem digital bernilai miliaran dolar, inilah perjalanan luar biasa Nadiem Makarim yang berhasil mengubah persoalan transportasi sehari-hari menjadi salah satu bisnis teknologi paling berpengaruh di Asia Tenggara.


1. Kemacetan Jakarta yang Melahirkan Ide Bisnis Bernilai Miliaran Dolar

Jakarta dikenal dengan banyak hal. Kuliner jalanannya yang menggugah selera, pusat perbelanjaan yang ramai, gedung pencakar langit, dan kemacetan lalu lintas yang seolah tidak pernah berakhir.

Setiap pagi, jutaan warga harus menghadapi jalanan padat untuk mencapai tempat kerja.

Bagi kebanyakan orang, kemacetan hanyalah bagian dari kehidupan sehari-hari di ibu kota Indonesia.

Namun, seorang pengusaha muda melihat sesuatu yang berbeda.

Ia melihat peluang bisnis.

Di sepanjang jalan Jakarta, para pengemudi ojek menunggu penumpang. Sebagian harus menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kepastian berapa banyak penghasilan yang akan mereka peroleh hari itu.

Sementara itu, banyak calon penumpang kesulitan mendapatkan transportasi yang cepat dan dapat diandalkan.

Pengemudi tersedia. Penumpang membutuhkan layanan mereka.

Sayangnya, belum ada sistem yang benar-benar efisien untuk mempertemukan keduanya.

Masalah utamanya bukan kekurangan transportasi, melainkan tidak adanya sistem yang efek